Pemerintahan

Sempat Mangkrak Setahun, 5 Pintu Dam Yani di Desa Budugsidorejo Jombang Mulai Diperbaiki

×

Sempat Mangkrak Setahun, 5 Pintu Dam Yani di Desa Budugsidorejo Jombang Mulai Diperbaiki

Sebarkan artikel ini
BELUM TUNTAS: Petugas melakukan perbaikan lima pintu Dam Yani di Desa Budugsidorejo, Kecamatan Sumobito yang rusak, Jumat (31/1) lalu.

Desakita.co – Lima pintu air Dam Yani di Desa Budugsidorejo, Kecamatan Sumobito yang rusak mulai diperbaiki.

Hasilnya, dua titik pintu air elektrik yang sudah setahun terakhir dibiarkan rusak sudah kembali bisa beroperasi.

sementara tiga pintu air lainnya belum bisa beroperasi lantaran ditemukan bagian yang sudah aus, bengkok hingga baut yang putus. Kemungkinan harus dilakukan penggantian.

Pantauan di lokasi Rabu (29/1), terlihat sejumlah teknisi tengah berusaha memperbaiki pintu air Dam Yani yang rusak.

Dari lima pintu air dam yang seblumnya rusak, dua di antaranya sudah bisa kembali beroperasi.

”Sejak kemarin (Selasa) sudah mulai diperbaiki, dari lima pintu yang rusak dua sudah selesai diperbaiki.

Tinggal tiga pintu yang belum bisa dibuka,” kata Kasun Budug Hadi Kuswoyo saat dikonfirmasi, Rabu (29/1).

Menurutnya, Dam Yani merupakan bendung vital. Memiliki 12 pintu air.

Baca Juga: Setahun Dibiarkan Rusak, 5 Pintu Dam Yani di Desa Budusidorejo Jombang Tak Berfungsi

Baca Juga:  Bahayakan Pengendara, Deretan PJU Padam di Desa Sukoiber Jombang di Keluhkan Warga

Di bendung itu, aliran sungainya berasal dari sejumlah sungai besar di Jombang bagian selatan. Mulai dari Kali Gunting hingga Sungai Ngotok Ring Kanal.

”Sampai hari ini (kemarin) masih proses perbaikan, tetap ada sangkrah nyantol di pintu-pintu yang tidak bisa dibuka,” imbuh dia.

Dia berharap penanganan pada pintu Dam Yani rusak bisa segera tuntas. Mengingat intensitas hujan saat ini masih tinggi. ”Semoga bisa maksimal.

Sungai dari wilayah Jombang kota, Tembelang, dan Wonosalam tumpuannya ada di Dam Yani, ketika di sana (Dam Yani) bermasalah efeknya di Sumobito dan Peterongan,” kata Hadi.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Jombang Bayu Pancoroadi melalui Kabid Sumber Daya Air (SDA) Sultoni mengakui, pihak pemilik kewenangan sungai sudah mulai melakukan penanganan pada pintu Dam Yani yang rusak.

”Kemarin sudah dua (pintu) selesai, artinya kerusakan (dua pintu) tidak parah, mungkin hanya dari sisi elektrikal saja,” kata Sultoni.

Baca Juga:  Cerita Puji Utami Ketua IGTKI Kabupaten Jombang: 33 Tahun Mengabdi Jadi Guru TK, Dikenal Sabar dan Peduli pada Anak

Baca Juga: 530 Lahan Pertanian di 7 Kecamatan Terendam Banjir, Ini Penjelasan Disperta Jombang

Sedangkan tiga pintu lainnya, menurut Sultoni, butuh waktu. Karena memiliki kerusakan yang berbeda.

”Sampai hari ini (kemarin) masih jalan, tetapi tiga pintu ini kayaknya agak lama, karena harus ada penggantian,” imbuh dia.

Masing-masing kerusakan pada stang atau as untuk mengangkat pintu kondisinya bengkok.

”Pintu kedua itu antara daun pintu dengan stang bautnya putus. Lokasinya ada di bawah air, sehingga harus menunggu muka air turun dahulu,” ujar Sultoni.

Pintu ketiga yang rusak, lanjut Sultoni, di bagian as atau kuningan yang sudah aus.

”Paling cepat perbaikan satu minggu ini diselesaikan, tapi tidak semua pintu. Karena rusaknya ini berbeda,” tutur dia.

Menurut dia, jangka waktu penanganan tergantung pihak pemilik kewenangan sungai.

”Ketika teman-teman balai (BBWS Brantas) bisa nge-push lebih cepat, mudah-mudahan selesainya juga akan cepat,” lanjut Sultoni.

Baca Juga:  Berburu Burung Emprit di Desa Ploso Jombang, Perangkap dari Jaring, Sehari Dapat Ratusan Ekor

Baca Juga: Dampak Sawah Banjir, Dinas Pertanian Jombang Temukan 202 Hektare Sawah Puso

Meski baru dua pintu yang berhasi diperbaiki, menurut Sultoni berdampak signifikan terhadap aliran Sungai Ngotok Ring Kanal. Aliran sungai cenderung lancar, karena dua sumbatan sudah tertangani.

”Alhamdulillah sangat membantu, khususnya anak Sungai Ngotok Ring Kanal bisa mengalir langsung. Sekarang tinggal tiga pintu ini saja,” tutur dia.

Untuk pembersihan sangkrah yang nyangkut di pintu air yang rusak, sementara belum bisa diangkat. Salah satu pertimbangnnya, karena debit air masih tinggi. Terlalu berisiko ketika pembersihan dipaksakan dengan menggunakan tenaga manual.

”Saat ini belum berani diangkat, karena posisi aliran airnya masih deras. Harapan kami ada ekskavator, dan kami sudah koordinasi dengan balai (BBWS Brantas), informasinya akan didatangkan alat berat,” kata Sultoni. (fid/naz)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *