Desakita.co – Kegiatan Lokakarya 7 Pendidikan Guru Penggerak (PGP) Angkatan 10 dilaksanakan di Gedung Natuwar UPJB pada Rabu (24/10).
Lokakarya diikuti sebanyak 194 peserta di seluruh jenjang pendidikan.
Calon guru penggerak merupakan aset untuk melanjutkan estafet kepemimpinan di lembaga pendidikan.
”Hari ini yang ikut di seluruh jenjang, mulai dari TK, SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB,” kata Plh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kabupaten Jombang Wor Windari melalui Plh Sekretaris Dinas P dan K Abdul Majid.
Pemkab Jombang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang memberikan fasilitas kepada BBGP Jatim untuk menggelar Lokakarya 7 Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 10.
Lokakarya 7, sekaligus menjadi lokakarya pamungkas, calon guru penggerak sebelum mendapatkan penilaian akhir.
Seluruh guru adu kreativitas, mulai dari inovasi-inovasi pembelajaran, desain tampilan dalam presentasi, hingga tampilan stan dan kostum yang digunakan pada setiap kelas.
Ada yang menggunakan baju adat, ada yang menggunakan pakaian formal. Seluruhnya menarik, begitu juga dekorasi yang digunakan, semuanya tampak kreatif dan inovatif.
”Setelah lokakarya 7, tinggal penilaian final dari teman-teman pengajar praktik, dan fasilitator, lalu ada sidang pleno di kementerian, kalau nilai passing grade, maka sertifikat langsung bisa diunduh di akun masing-masing,” jelasnya.
Majid mengatakan, calon guru penggerak merupakan aset untuk menutupi kekosongan-kekosongan yang ada, termasuk kepala sekolah dan pengawas sekolah.
Dalam kegiatan tersebut hadir Agung Gunawan, tim kerja PGP Pendidikan Guru Penggerak BBGP (Balai Besar Guru Penggerak) Jatim, Plh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang Wor Windari, Kasubag TU Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang Ulil Mu’amar.
Baca Juga: Sosok Riska Uzlifah Guru SMKN Gudo Jombang: Sering DimintaJadi Mentor Parenting
Selain itu, beberapa perwakilan OPD terkait mulai dari dinas kesehatan, dinas kepemudaan olahraga dan pariwisata, dinas sosial, 30 komunitas, kepala sekolah CGP.
Pengawas sekolah, pengajar praktik penanggung jawab setiap stan, 13 fasilitator pembelajaran daring yang tersebar di Jatim, juga organisasi profesi, ada juga teman sejawat atau guru.
Agung Gunawan mengatakan, Lokakarya merupakan hasil akhir dari proses pendidikan guru penggerak, yang menampilkan hasil yang telah dipelajari, sekaligus menunjukkan jika calon guru penggerak (CGP) bisa memahami modul 1 tentang paradigma dan visi guru penggerak, modul 2 yaitu praktik pembelajaran yang berpihak pada murid, dan modul 3 tentang pemimpin pembelajaran dan pengembangan sekolah.
”Di mana di setiap modul ada 3-4 hal yang harus dipahami secara utuh,” katanya.
Pendidikan guru penggerak angkatan 10 dilaksanakan di 29 kota/kabupaten di Jawa Timur, salah satunya adalah Kabupaten Jombang.
”Program ini program pemerintah untuk meningkatkan kompetensi khususnya manajerial terhadap guru-guru supaya bisa mengimplementasikan guru penggerak di daerah masing-masing,” katanya.
Setelah dinyatakan lulus PGP, guru penggerak bakal memiliki kompetensi sebagai pemimpin pembelajaran.
”Setelah itu kami kembalikan ke daerah, dan bisa menjalani proses jenjang berikutnya, menjadi kepala sekolah, pengawas sekolah,” katanya.
Pendidikan guru penggerak dilakukan selama enam bulan, atau 360 jam pelajaran, di mana 70 persen di antaranya dilakukan daring dan 30 persen luring.
”Dikawal instruktur, fasilitator, dan pengajar praktik guru penggerak,” jelasnya.
Baca Juga: Intip Profil Sunarsih Atlet Softball Nasional yang Kini Jadi Guru di SMPN Sumobito Jombang
Kasubag TU cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang Ulil Mu’amar menambahkan, pada jenjang SMA, SMK, dan SLB negeri swasta, diikuti 27 CGP.
”Kami selalu support guru agar mengikuti guru penggerak, ini sudah masuk angkatan ke 10, salah satu bonus yang didapatkan rekan-rekan yang jadi guru penggerak jenjang kariernya bisa pengawas dan kepala sekolah.
Harapannya kepala sekolah dan pengawas dari guru penggerak bisa membawa pendidikan di Kabupaten Jombang lebih baik lagi,” tandas Ulil.
Kegiatan lokakarya 7 guru penggerak angkatan 10 dibuka Plh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang Wor Windari mewakili Pj Bupati Jombang Teguh Narutomo.
Ia mengatakan, guru penggerak dibekali dengan kemampuan untuk menjadi pemimpin pembelajaran yang inovatif, dan mampu menggerakkan ekosistem pendidikan unrtuk mewujudkan profil pelajar pancasila.
”Guru penggerak memiliki peran krusial dalam menggerakkan komunitas belajar, baik di sekolah maupun di luar sekolah,” jelasnya.
Pendidikan yang berkualitas, inovatif, dan berbasis pada karakter menjadi kunci utama untuk menuju Indonesia emas 2045.
Sehingga kapasitas dan kualitas guru sebagai ujung tombak pendidikan perlu ditingkatkan. ”Kami yakin, guru penggerak mampu menjadi agen perubahan dan pendorong perbaikan mutu pendidikan di Jombang,” pungkasnya. (naz)












