Potensi

Guyuran Hujan Bikin Panen Cabai di Desa Kertejorejo Jombang Jelek, Petani: Harganya Justru Melejit

×

Guyuran Hujan Bikin Panen Cabai di Desa Kertejorejo Jombang Jelek, Petani: Harganya Justru Melejit

Sebarkan artikel ini
PEDAS: Petani cabai di Desa Kertorejo, Kecamatan Ngoro saat panen, Sabtu (3/8).

Desakita.co – Akibat cuaca yang tak menentu, petani cabai di Jombang banyak yang mengalami gagal panen.

Tak jarang, cabai yang sudah siap panen, berubah menjadi busuk akibat guyuran air hujan.

Kondisi ini membuat harga cabai meningkat tajam, hingga tembus Rp 90 ribu per kilogram (kg) di pasar.

Sedangkan di tingkat petani Rp 65 ribu per kg.

Seperti diungkapkan Mustaji, salah satu petani cabai asal Desa Kertorejo, Kecamatan Ngoro, Jombang.

Baca Juga: Diuguyur Hujan Berhari-hari, Tanaman Jagung dan Cabai di Desa Plabuhan Jombang Tumbuh Tak Normal

Baca Juga:  Punya Wajah Baru! Pedestrian Jl Gus Dur Jombang Semakin Elok dan Rapi

’’Banyak tanaman yang sudah layu bahkan mengering. Kena dampak cuaca tak menentu.

Ada juga yang dimakan lalat buah,’’ katanya.

Kondisi itu terjadi sejak Juli lalu. Inilah yang membuat harga cabai di pasar meningkat drastis hingga tembus angka Rp 90 ribu rupiah per kg. Karena di tingkat petani harganya sudah mahal.

’’Kondisi saat ini gagal panen dan harga cabai naik. Di petani saat ini sampai Rp 60 ribu, sudah sejak dua harian kemarin,’’ ujarnya.

Baca Juga:  Getol Menulis Puisi, Antarkan Fitrotul Azizah Guru MAN 2 Jombang Juara Lomba Puisi Tingkat Nasional

Hasil panennya juga turun. Setiap tiga hari sekali, panen cabai biasanya mampu menghasilkan 10 hingga 15 kilogram.

Kini hanya dua hingga lima kilogram.

Hal senada juga diungkapkan Eko Nur Prasetyo, petani lainnya.

Cuaca yang tak menentu sangat mempengaruhi produktivitas tanama.

Baca Juga: Sempat Melejit, Tren Harga Cabai di Jombang Mulai Turun, Petani di Desa Sumberteguh Kudu Jombang Ungkap Faktornya

Baca Juga:  Bentuk RPH di Setiap Dusun, Cara Pemdes Sukorejo Jombang Tekan Serangan Hama Pertanian

Namun ia berupaya mengatasinya. Salah satunya dengan melakukan perawatan khusus.

’’Saya memberikan nutrisi terhadap tanaman dan buah cabai, biar sehat. Juga agar buahnya besar-besar,’’ tuturnya.

Menurutnya, apabila tidak dirawat, saat cuaca seperti ini, biasanya cabai akan jelek dan akhirnya banyak yang gagal panen.

Eko mengaku terpaksa harus melakukannya lantaran harga cabai saat ini di tingkat petani mengalami kenaikan.

’’Harganya sekarang mahal tapi tidak ada panen, buat apa. Ini disemprot lima hari sekali,’’ ucapnya.(yan/jif/ang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *