Potensi

Sambut Tanaman Padi Berbulir, Desa di Jombang Ini Punya Tradisi Keleman

×

Sambut Tanaman Padi Berbulir, Desa di Jombang Ini Punya Tradisi Keleman

Sebarkan artikel ini
URI-URI BUDAYA: Kades Sumbernongko Sumartono bersama Camat Ngusikan Ahmad Fahruddin Fauz memberikan sambutan dan arahan kepada warga desa saat acara tradisi keleman di pendopo kantor Desa Sumbernongko.

Desakita.co – Pemerintah Desa (Pemdes) Sumbernongko, Kecamatan Ngusikan rutin menggelar tradisi turun-temurun dari leluhur bersama warga.

Salah satunya, yakni tradisi keleman yang selalu dilaksanakan bersama warga terutama para petani.

Keleman merupakan tradisi selamatan tanaman padi yang mulai berbulir. Kegiatannya berupa tumpengan serta doa bersama agar diberi keberkahan serta hasil panen yang melimpah.

Pemdes Sumbernongko secara khusus mengumpulkan para warga di pendopo kantor desa saat merayakan tradisi tersebut.

”Sebelum berangkat ke sawahnya masing-masing, para warga kami undang untuk berkumpul di setiap balai dusun serta di pendopo kantor desa.

Baca Juga:  Bertemu Mensos RI, SRC Bahas Upaya Pengusulan RM. Margono Djojohadikusumo Jadi Pahlawan Nasional

Baca Juga: Lestarikan Tradisi Santri, Kemenag Jombang Adakan Liwetan Tradisional Peringati Hari Amal Bhakti ke-79

Tujuannya untuk semakin memupuk kerukunan antarwarga sekaligus menyampaikan berbagai informasi kepada warga,” terang Kepala Desa Sumbernongko Sumartono.

Setelah doa selesai, tumpeng kemudian dimakan bersama dan sebagian kecil sisa parutan kelapa atau serundengnya ditebar ke sawah masing-masing milik para petani.

Bagi para petani, tradisi keleman merupakan bentuk rasa syukur atas keberkahan yang telah diberikan kepada mereka sekaligus wujud guyub rukun dalam bermasyarakat.

Baca Juga:  SDI Tebuireng Ir soedigno di Desa Jombang Adakan Pondok Ramadan, Ini Hikmah yang Didapat

Sumartono mengatakan bahwa wilayah desanya memiliki lima dusun. Meliputi Dusun Cangak, Candi, Sumbernongko, Nongko, dan Dusun Mernungkidul.

”Di setiap balai dusun juga menyelenggarakan selamatan di hari yang sama, tapi puncaknya fokus di pendopo kantor desa. Untuk petani dengan masa tanam yang berbeda biasanya memperingati secara sederhana di rumah masing-masing,” imbuh dia.

Baca Juga: Unik, Warga Desa di Jombang Ini Peringati Upacara di Tengah Sawah Hingga Bentangkan Bendera Raksasa

Baca Juga:  Asal-usul Desa Mojotrisno Kecamatan Mojoagung Jombang: Didirikan Sosok Buyut Ali, Ada Pohon Mojo Berukuran Besar

Hingga saat ini, warga mempertahankan dan merawat tradisi leluhur tersebut. Diharapkan, upaya Pemdes Sumbernongko dalam upayanya untuk nguri-uri budaya lokal itu berdampak signifikan kepada masyarakat.

”Selain melanjutkan tradisi leluhur secara turun temurun, juga sebagai bentuk melestarikan budaya tradisional. Serta memiliki harapan agar seluruh warga masyarakat diberi kelancaran serta rezeki yang lancar dan terhindar dari musibah,” pungkasnya. (dwi/naz)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *