Desakita.co – Pemerintah Desa (Pemdes) Sumbernongko, Kecamatan Ngusikan rutin menggelar tradisi turun-temurun dari leluhur bersama warga.
Salah satunya, yakni tradisi keleman yang selalu dilaksanakan bersama warga terutama para petani.
Keleman merupakan tradisi selamatan tanaman padi yang mulai berbulir. Kegiatannya berupa tumpengan serta doa bersama agar diberi keberkahan serta hasil panen yang melimpah.
Pemdes Sumbernongko secara khusus mengumpulkan para warga di pendopo kantor desa saat merayakan tradisi tersebut.
”Sebelum berangkat ke sawahnya masing-masing, para warga kami undang untuk berkumpul di setiap balai dusun serta di pendopo kantor desa.
Tujuannya untuk semakin memupuk kerukunan antarwarga sekaligus menyampaikan berbagai informasi kepada warga,” terang Kepala Desa Sumbernongko Sumartono.
Setelah doa selesai, tumpeng kemudian dimakan bersama dan sebagian kecil sisa parutan kelapa atau serundengnya ditebar ke sawah masing-masing milik para petani.
Bagi para petani, tradisi keleman merupakan bentuk rasa syukur atas keberkahan yang telah diberikan kepada mereka sekaligus wujud guyub rukun dalam bermasyarakat.
Sumartono mengatakan bahwa wilayah desanya memiliki lima dusun. Meliputi Dusun Cangak, Candi, Sumbernongko, Nongko, dan Dusun Mernungkidul.
”Di setiap balai dusun juga menyelenggarakan selamatan di hari yang sama, tapi puncaknya fokus di pendopo kantor desa. Untuk petani dengan masa tanam yang berbeda biasanya memperingati secara sederhana di rumah masing-masing,” imbuh dia.
Baca Juga: Unik, Warga Desa di Jombang Ini Peringati Upacara di Tengah Sawah Hingga Bentangkan Bendera Raksasa
Hingga saat ini, warga mempertahankan dan merawat tradisi leluhur tersebut. Diharapkan, upaya Pemdes Sumbernongko dalam upayanya untuk nguri-uri budaya lokal itu berdampak signifikan kepada masyarakat.
”Selain melanjutkan tradisi leluhur secara turun temurun, juga sebagai bentuk melestarikan budaya tradisional. Serta memiliki harapan agar seluruh warga masyarakat diberi kelancaran serta rezeki yang lancar dan terhindar dari musibah,” pungkasnya. (dwi/naz)












