Uncategorized

Tanggul Sungai Catak Banteng Longsor Minim Perhatian, Warga Desa Kademangan Jombang Bareng FRMJ Geruduk Kantor BBWS dan DPRD

×

Tanggul Sungai Catak Banteng Longsor Minim Perhatian, Warga Desa Kademangan Jombang Bareng FRMJ Geruduk Kantor BBWS dan DPRD

Sebarkan artikel ini
DEMO: Warga Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung, Jombang bersama FRMJ menyampaikan tuntutan di kantor BBWS dan DPRD Jombang. (Azmy Endiyana/Radar Jombang)

DesaKita.co – Warga Dusun Kabondalem, Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung, Jombang bersama Forum Rembug Masyarakat Jombang (FRMJ) melakukan unjuk rasa di depan gedung DPRD Jombang, Kamis (28/3). Mereka menuntut solusi setelah rumahnya terdampak tanggul longsor sungai Catak Banteng.

Sebelumnya, mereka menggelar aksi serupa di depan Kantor UPT Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) di Jombang. Dengan membawa spanduk, mereka menyampaikan keluhan. Tak sedikit yang membawa bantal, guling dan alas tidur sebagai bentuk protes atas penanganan yang sangat lamban. “Rumah Kami Banyak yang Longsor Hanyut ke Sungai, Kapan Ditindaklanjuti Pak?” tulisnya di spanduk.

Baca Juga:  Jasa Perahu Tambang di Desa Megaluh Jombang Tetap Beroperasi Meski Musim Hujan, Segini Tarifnya

Koordinator aksi Joko Fattah Rochim, mengatakan demo warga dilakukan untuk meminta kepastian penanganan perbaikan tebing pinggir sungai Catak Banteng yang longsor beberapa waktu lalu. “Warga resah dengan kondisi tebing yang sudah makan pekarangan rumah. Kita minta penanganan segera,” katanya.

Baca Juga:  Serapan Gabah Bulog Kancab Mojokerto Terbaik se-Jatim, Ini Kunci Suksesnya

Perwakilan anggota Komisi C DPRD Jombang Subur, didampingi Sekretaris Dewan (Sekwan) Bambang Sriyadi, yang menemui pendemo berjanji akan menindak lanjuti tuntutan warga. Pihaknya bisa merasakan apa yang dialami warga karena Komisi C sudah datang ke lokasi setelah tebing terkena gerusan air banjir.

Baca Juga:  Rutin Setiap Muharam, Warga Desa Kedungturi Jombang Adakan Doa Bersama di Makam Mbah Bau, Ini Tujuannya

“Kita koordinasikan, diselesaikan ke depan,” kata dia. Menurutnya, kondisi tebing tanah berkurang setelah terkena banjir. Sehingga akan dikoordinasikan sesuai dengan kewenangan masing-masing. “BBWS, Perkim, PUPR kita selesaikan lewat sana,” pungkasnya. (yan/bin/fid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *