Desakita.co – Para orang tua hebat yang ada di Kecamatan Pungging tumplek blek di pendapa kecamatan, Kamis (15/1) kemarin. Mereka bersama-sama melaksanakan acara wisuda Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH).
Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa memberikan apresiasi kepada para wisudawati Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH).
’’Selamat buat para wisudawati SOTH Tahap 1 di Kecamatan Pungging ini,’’ katanya.
Menurut Gus Bupati, seiring dengan disandangnya gelar sebagai orang tua hebat maka tentunya sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan pola asuh yang baik.
’’Harus ada perubahan yang lebih baik dari sebelumnya dalam mengasuh balita,’’ tandasnya.
Gus Bupati menambahkan, materi modul yang sudah didapatkan selama pembelajaran harus diaplikasikan dengan sungguh-sungguh. Dan hasil akhirnya nanti akan bisa dilihat keberhasilannya. Yakni, balita yang pertumbuhan dan perkembangannya optimal, sehingga fisik dan jasmaninya sehat, berkarakter, baik, dan cerdas.
’’Pada akhirnya akan bisa mencegah munculnya balita stunting di Kecamatan Pungging,’’ terangnya.
Dia menjelaskan, SOTH ini merupakan terobosan dari BKKBN pusat yang bertujuan untuk memperbaiki pola asuh keluarga yang punya balita dalam rangka percepatan penurunan stunting.
’’Secara konsep pola asuh ini mencakup 3 hal. Yakni, asah, asih dan asuh,’’ ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto Amzar Ashari Siregar mengatakan, kegiatan wisuda serentak ini dilakukan karena adanya saran-saran dari semua kepala desa. Bahwa wisuda diharapkan bisa dilaksanakan secara serentak.
’’Dengan adanya wisuda serentak ini diharapkan bisa menambah keguyuban dan bisa bertemu dengan Bupati Mojokerto,’’ terang mantan Camat Pungging ini.
Pihaknya berterima kasih atas atensi yang diberikan Gus Bupati kepada Kecamatan Pungging. Yakni, dengan bisa hadir dan sekaligus mewisuda ratusan orang tua di Kecamatan Pungging.
’’Diharapkan, hadirnya Gus Bupati bisa memberikan arahan kepada orang tua hebat,’’ ujarnya.
Ketua TP PKK Desa Pungging Rissa Putri Masri menjelaskan, sejak awal memang semua saling bertukar pikiran dan rembukan untuk menggelar wisuda secara bersama-sama.
’’Dengan menggelar wisuda secara besar dan serentak diharapkan Bupati Mojokerto bisa hadir,’’ jelas koordinator wisuda ini.
Meski pelaksanaan SOTH di tiap desa tidak sama, namun kegiatan wisuda dijadwalkan bisa digelar bareng.
’’Pelaksanaan SOTH ini memang di tahun 2025 semuanya. Kalau tidak salah mulai bulan Juli hingga Desember 2025,’’ imbuhnya.
Koordinator PLKB Kecamatan Pungging Mokhamad Lukhman Nulhakim, ST, menambahkan, kegiatan SOTH ini dilakukan dengan kurun waktu pertengahan tahun hingga akhir Tahun 2025.
’’Kegiatan ini dilakukan Juli hingga Desember 2025 atau dengan 13 kali pertemuan,’’ katanya.
Dia menjelaskan, saat ini, ada 18 desa di Kecamatan Pungging yang melaksanakan kegiatan wisuda serentak.
’’Peserta SOTH di Kecamatan Pungging ada sekitar 446 orang dan yang mengikuti wisuda ada 348 orang. Yang tidak ikut dikarenakan ada kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan,’’ tegas Lukhman.
Pembelajaran SOTH ini ada di masing-masing desa, lanjut dia, adalah pola asuh orang tua terhadap balitanya, pembentukan karakter anak, pengetahuan gizi bagi anak, serta pengetahuan tentang pola hidup bersih dan sehat bagi anak. ’’Durasi setiap pertemuan atau sesi itu sekitar dua jam,’’ pungkasnya. (dik/fen)












