DesaKita.co – Banyak orang memilih menikmati masa pensiun dengan beristirahat. Namun tidak bagi I Nyoman Swardana.
Setelah puluhan tahun menjadi birokrat di Jombang, ia justru memulai dunia baru: bisnis properti.
September 2019 menjadi akhir pengabdiannya sebagai Inspektur Kabupaten Jombang. Tetapi hanya berselang beberapa bulan, tepatnya pada 2020, Nyoman mendirikan perusahaan pengembang perumahan.
’’Pensiun bukan berarti berhenti. Saya ingin terus punya semangat,’’ katanya.
Langkah itu sebenarnya cukup nekat. Sebab selama hidupnya, Nyoman lebih banyak bergelut di dunia pemerintahan dan keuangan daerah. Ia mengakui sama sekali belum memahami teknis pembiayaan proyek maupun bisnis pengembang.
’’Dari awal saya tidak mengerti pembiayaan dan lain sebagainya,’’ ujarnya sambil tertawa kecil.
Namun pengalaman panjang sebagai birokrat di bidang keuangan dan manajemen, membuatnya terbiasa menghadapi persoalan. Ia mulai belajar pelan-pelan, membangun komunikasi dengan perbankan dan para pengembang senior.
’’Yang penting komunikasi dan koordinasi,’’ ungkapnya.
Di balik kesibukannya, keluarga menjadi sumber semangat terbesar. Anak-anaknya memilih jalur berbeda dari dirinya. Putrinya, Luh Ayu Cesti Dewi, dan Kadek Ayu Atrie Swarita menekuni bidang kedokteran dan psikologi..
’’Bahkan kedua menantu saya juga berprofesi sebagai dokter, ya memang punya passion yang berbeda, dan tidak masalah,’’ jelasnya.
Nyoman mengaku bukan tipe orang yang bekerja dengan pola rumit atau penuh pencitraan. Latar belakangnya sebagai lulusan manajemen keuangan justru membuatnya memilih bekerja apa adanya dan fokus membangun koordinasi.
’’Saya bekerja apa adanya. Tidak mencoba bekerja dengan model-model,’’ katanya.
Dalam pandangannya, hampir semua persoalan bisa diselesaikan jika komunikasi berjalan baik. Karena itu, selama menjadi pejabat, ia selalu berusaha menjaga hubungan dengan banyak pihak, baik bawahan, rekan kerja, maupun pimpinan.
’’Selama relasi jalan, tidak ada yang terlalu sulit,’’ tuturnya.
Tak hanya sebagai pengusaha, Nyoman kini juga menyangang predikat sebagai ketua REI (Real Estat Indonesia) Komisariat Jombang-Mojokerto. (riz/jif)












