Kuliner

Aman Bagi Penderita Lambung, Kopi Bacem Madu Wonosalam Jombang Dijamin Bikin Ketagihan

×

Aman Bagi Penderita Lambung, Kopi Bacem Madu Wonosalam Jombang Dijamin Bikin Ketagihan

Sebarkan artikel ini
KHAS WONOSALAM: Produsen membuat kopi bacem madu di Dusun/Desa Sambirejo, Wonosalam Jombang.

Desakita.co – Penderita lambung kini tak usah kawatir menyeduh kopi. Sebab, di Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang ada kopi bacem madu yang dijamin aman bagi penderita lambung.

Samsiran, warga Dusun/Desa Sambirejo Kecamatan Wonosalam berhasilmembuat kopi bacem madu.

Kopi ekselsa yang difermentasi dengan madu asli Wonosalam menyajikan rasa yang unik dan khas.
Samsiran sudah menenuki usaha pembuatan kopi bacem madu selama dua tahun terakhir.

Awalnya, ia terinspirasi kopi cing, kopi legenda masyarakat zaman dulu yang sudah lama dikonsumi warga Wonosalam.

“Suatu hari saya bertamu ke rumah teman saya. Kemudian saya disuguhi kopi cing, yang terbuat dari fermentasi kopi dengan air cucian beras.

Setelah saya coba rasanya unik, ada khas asamnya dari ekselsa juga ada rasa lain yang enak di tenggorokan,’’ ujar dia.
Dari kopi cing itu, ia kemudian mencoba inovasi baru dengan madu. Madu itu ia ambilkan dari hasil penangkaran lebah Avis Mellifera yang digembalanya.

Baca Juga:  Warga Desa Panglungan Wonosalam Jombang dapat Bantuan IPAL dari PT CJI, Ini Tujuannya

”Setelah saya coba beberapa kali akhirnya jadi versi kopi bacem madu,’’ ujar dia.
Dalam membuat kopi bacem madu, Samsiran membutuhkan kopi ekselsa yang sudah dijemur sekitar 50 kilogram.

Kopi itu kemudian dicampur air 50 liter dan madu 15 kg. Semua bahan itu kemudian di masukan dalam drum plastik besar dan dibiarkan tertutup selama 1 tahun.

Setelah itu, dibuka dan dilanjutkan proses penjemuran.

”Setelah setahun, kopi ekselsa itu tidak akan busuk. Justru akan menyatu dengan rendaman madu dan air tadi,’’ jelas dia.
Rasa yang dihasilkan kopi bacem madu cukup menarik. Selain ada rasa asam khas ekselsa juga ada perpaduan manis dan pahit dari hasil fermentasi.

Baca Juga:  Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan Antisipasi Kasus Gizi Buruk, Pemdes Gelar Rembug Stunting

Beberapa penikmati kopi menyebut, kopi bacem juga melegakan tenggorokan yang serak.”Memang dari rasa dan aroma berbeda.

Namun tidak menghilangkan aroma dan rasa khas dari ekselsa,’’ tandasnya.
Harga kopi bacem madu buatan Samsiran cukup terjangkau. Untuk ukuran 100 gram hanya Rp 30.000.

”Kita menjual dua kemasan, yakni 100 gram itu Rp 30 ribu dan kemasan per kilogram Rp 300 ribu,’’ jelas dia.
Meski baru dua tahun berjalan, permintaan kopi bacem madu buatan Samsiran cukup luas.

Tak hanya lokal Jombang, beberapa pelanggan asal Padang dan Jayapura juga memesan kopi itu.

”Mulai Jawa Timur ini sudah banyak, ke Solo, Padang, Batam dan juga jayapura,’’ tandasnya.

Baca Juga:  Eksis Sejak 1969, Desa Mentoro Jombang Jadi Kampung Sentra Martabak

Sementara itu, tak hanya menyajikan rasa dan aroma yang berbeda.

Kopi bacem madu bikinan Samsiran juga dipercaya berkhasiat untuk kesehatan.

Seperti aman bagi penderita lambung hingga menambah kekebalan tubuh.
”Kopi bacem madu bisa menghilangkan efek negatif dari kadar kafein yang tinggi. Sehingga aman bagi penderita lambung,’’ ujar dia.

Berdasarkan testimoni penikmat kopi, setelah mengkonsumsi kopi bacem madu tubuh juga terasa hangat.

Itu dikarenakan ada campuran madu dalam kopi tersebut.

”Sehingga bisa menambah kekebalan tubuh,’’ jelas dia.
Ia mengakui, pembuatan kopi bacem madu memang membutuhkan waktu yang lama.

Prosesnya bahkan membutuhkan waktu tujuh bulan hingga 1 tahun.

”Umumnya saya buka setelah tujuh bulan di fermentasi, tapi ada juga yang satu tahun,’’ punngkasnya. (ang/naz/ang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *