Lifestyle

Didik Agus Pramono, Warga Desa Godong Jombang Kini Jabat Kepala SMAN Ngoro, Yuk Intip Profilnya

×

Didik Agus Pramono, Warga Desa Godong Jombang Kini Jabat Kepala SMAN Ngoro, Yuk Intip Profilnya

Sebarkan artikel ini
SUKSES: Didik Agus Pramono, SPd., MM didampingi istri Yohana Marhaenik memberikan sambutan saat Sertijab Kepala SMAN Ngoro, Jombang. (Azmy Endiyana/Radar Jombang)

DesaKita.co  – Kepala SMAN Ngoro, Jombang, Didik Agus Pramono, SPd., MM merupakan sosok yang tidak hanya mengajar, tetapi ikut membangun kultur sekolah dengan keteladanan, loyalitas, dan komitmen.

Ia lahir dari keluarga yang memegang teguh nilai kejujuran, kerja keras, dan kesabaran. Nilai-nilai itu melekat kuat dan menjadi fondasi dari setiap langkah hidupnya.

Didik menempuh pendidikan dasar di SDN Godong 1 Gudo, lalu ke SMPN 1 Gudo, dan SMAN 1 Jombang.

Setelah lulus SMA pada 1995, keinginan untuk kuliah sebenarnya sangat kuat. Namun keadaan ekonomi keluarga membuatnya harus menunda. Sebab, ia harus menunggu giliran untuk bisa kuliah. Menunggu sang kakak lulus terlebih dahulu.

“Keinginan kuliah itu sudah penuh di kepala. Rasanya tidak sabar ingin cepat masuk kampus, tapi kondisi belum memungkinkan, biayanya gantian dengan kakak,” katanya.

Menunggu bukan perkara mudah. Ia memilih bekerja. Keliling dari kota ke kota, menjajal segala pekerjaan mulai pekerjaan kasar menjadi buruh pabrik di Pasuruan, menjaga toko, hingga mencoba dunia asuransi di Kediri.

Baca Juga:  Manfaatkan Aplikasi, Cara Askom Wonosalam Jombang Kenalkan Potensi Durian secara Modern

Setiap pekerjaan dilakoni dengan satu tujuan , yakni mengumpulkan uang untuk kuliah. Ia mengaku sering berbicara pada dirinya sendiri.

“Kalau ingin kuliah, harus punya pengorbanan. Jangan malas. Selama masih bisa kerja, kerjakan apa saja,” tuturnya.

Tahun 1999 akhirnya ia melanjutkan pendidikannya. Ia mengambil pendidikan D1 di LPK Hikmah Jombang. Ternyata, pintu rezekinya terbuka di sana.

Pimpinan LPK melihat kedisiplinannya, lalu memintanya mengajar mahasiswa D1 lain. Ia menerima dengan rasa tidak percaya campur bangga.

“Saya masih kuliah, tapi diminta mengajar. Rasanya campur aduk. Ini amanah besar,” ungkap Didik.

Kepercayaan itu berlanjut. Ia juga ditunjuk mengelola LPK Hikmah Jombang. Tugasnya tidak ringan, tetapi ia menganggapnya sebagai kesempatan emas.

Setelah itu, warga Desa Godong, Kecamatan Gudo ini diminta mengajar di SDN Godong 1. Ia kembali ke kampung halaman dan menabur ilmu di sekolah tempat ia pernah belajar.

Baca Juga:  Inspiratif! Kepala Cabdindik Wilayah Jombang Ini Produktif Menulis Buku Bertema Sosial dan Pendidikan

Pada 2001, barulah ia resmi kuliah S1 secara mandiri di STKIP PGRI atau yang sekarang menjadi UPJB Jombang, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Ia bekerja, mengajar, dan belajar dalam satu waktu.

“Saya kuliah pakai uang sendiri. Berat, tapi puas. Rasa syukurnya berbeda,” kenangnya.

Tidak berhenti di situ, ia melanjutkan pendidikan S2 di Universitas Dr. Soetomo, mengambil Magister Manajemen. Ia percaya seorang guru harus punya ilmu yang terus berkembang.

Tahun 2005 menjadi tahun yang sangat ia syukuri. Ia diterima sebagai CPNS. Pada 2006, ia resmi mengajar di SMAN Bandarkedungmulyo sebagai guru Bahasa Inggris.

Pada saat itu juga ia memutuskan mundur dari LPK dan SDN Godong 1 agar bisa fokus pada satu tempat pengabdian.

Hari-hari awal mengajar membawa tantangan baru. Guru Bahasa Inggris di sekolah sudah penuh, sehingga ia diminta membantu mengajar TIK karena memiliki kemampuan teknologi dari pengalaman di LPK. Ia menerima tanpa ragu.

Baca Juga:  Jadi Event Tahunan, Begini Keseruan English Day Ke-18 SMP Darul Ulum 1 Unggulan Peterongan Jombang

“Kalau sekolah butuh, saya siap. Guru itu harus fleksibel,” tegasnya.

Kemampuannya berkembang. Ia dipercaya menjadi ketua MGMP TIK Kabupaten Jombang. Pada 2009, ia ditunjuk mengikuti Program Kewenangan Tambahan (KKT) di Universitas Negeri Malang selama setahun penuh, agar bisa mengajar TIK secara resmi.

“Meski fokus pada TIK, saya tetap mengampu Bahasa Inggris sejak 2006. Porsinya memang kecil, tetapi konsistensinya tidak pernah putus,” tandasnya.

Karier Didik Agus Pramono semakin melejit. Ia resmi dilantik menduduki kursi kepala SMAN Ngoro pada 25 November 2025 di Gedung Negara Grahadi Surabaya hingga sekarang. Ia pun bertekad memberikan dedikasi terbaik untuk lebih memajukan sekolah.

”Ini merupakan tanggung jawab besar dan amanah besar untuk saya,” tandasnya. (yan/naz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *