DesaKita.co – Pendidikan anak bukan sekadar mengejar prestasi akademik. Bagi Noviana Ima Yulaikha, S.E., M.A.P. Penelaah Teknis Kebijakan pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Jombang, anak juga perlu dibekali karakter kuat, mental tangguh, dan landasan spiritual agar mampu menghadapi tantangan zaman. Keseimbangan itulah yang menjadi pegangan dalam mendampingi tumbuh kembang kedua anaknya.
Kini, kedua anak Novi menempuh pendidikan di MAN 1 Jombang dan MAN 1 Malang. Pilihan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar keluarga untuk membekali anak dengan pengetahuan sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan.
Menurut Novi, kecerdasan intelektual harus berjalan beriringan dengan kematangan emosional, pembentukan karakter, dan nilai spiritual.
Dengan bekal yang seimbang, anak diharapkan tidak hanya mampu meraih cita-cita, tetapi juga memiliki prinsip, tanggung jawab, serta ketangguhan menghadapi persoalan hidup.
”Anak-anak sekarang harus dididik sesuai zamannya, bukan zaman kita. Bukan berarti semua hal boleh, tetapi tetap ada batasan yang perlu diterapkan. Kita harus bisa memahami karakter anak dan menyesuaikan cara mendidiknya,” jelasnya.
Ia menyadari, setiap anak memiliki karakter dan kebutuhan berbeda. Karena itu, orang tua perlu terus belajar, membangun komunikasi terbuka, serta memahami kapan harus memberi arahan dan kapan menjadi pendengar yang baik.
Bagi Novi, mendidik anak bukan hanya memastikan mereka mendapat pendidikan yang baik. Lebih dari itu, orang tua perlu mendampingi anak agar tumbuh mandiri, berakhlak, dan mampu mengambil keputusan secara bertanggung jawab.
Wawasan orang tua juga menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Orang tua dituntut terus memperbarui pengetahuan agar mampu memahami perubahan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai dasar yang menjadi pegangan keluarga.
”Bagi saya, tugas orang tua bukan hanya mengantarkan anak meraih pendidikan setinggi mungkin, tetapi juga membekali mereka dengan karakter, mental, dan spiritual yang kuat agar siap menghadapi kehidupan,” pungkas Novi. (wen/naz)












