Lifestyle

ASN Jombang Novi Yulaikha: Perempuan Hebat Tak Harus Melakukan Semuanya

×

ASN Jombang Novi Yulaikha: Perempuan Hebat Tak Harus Melakukan Semuanya

Sebarkan artikel ini
Noviana Ima Yulaikha, S.E., M.A.P. Penelaah Teknis Kebijakan pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Jombang. (Wenny Rosalina/Radar Jombang)

DesaKita.co – Perempuan tak harus memilih antara keluarga dan karier untuk terus berkembang. Bagi Noviana Ima Yulaikha, S.E., M.A.P., pendidikan menjadi bekal penting agar perempuan mampu menjalani beragam peran, beradaptasi dengan perubahan zaman, sekaligus memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Penelaah Teknis Kebijakan pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Jombang yang akrab disapa Novi ini menilai, pendidikan bukan sekadar jalan meraih gelar atau pekerjaan. Lebih dari itu, pendidikan membentuk wawasan dan cara pandang yang dibutuhkan perempuan dalam kehidupan keluarga maupun profesional.

”Perempuan hebat bukanlah perempuan yang mampu melakukan semuanya sendiri, melainkan perempuan yang mampu menjalani setiap perannya dengan cinta, tanggung jawab, dan kebahagiaan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Mengenal Anik Rofiqoh Sosok Kartini Masa Kini Asal Desa Sumberagung Jombang (2): Abdikan Diri Rawat ODGJ Sejak 1998, Inisiator Berdirinya Posyandu Jiwa

Menurut Novi, wawasan yang luas membantu perempuan menjalankan berbagai tanggung jawab, mulai dari melayani keluarga, mendampingi tumbuh kembang anak, hingga menyelesaikan pekerjaan. Kemauan untuk terus belajar juga menjadi kunci agar perempuan tidak tertinggal menghadapi perubahan.

”Saya kira perempuan yang memiliki pendidikan bagus akan mempunyai wawasan lebih luas, baik dalam melayani keluarga, mendampingi dan mendidik anak, maupun bertanggung jawab terhadap pekerjaannya. Dengan begitu, perempuan akan lebih adaptif menghadapi perubahan,” tuturnya.

Komitmen terhadap pendidikan itu tercermin dalam perjalanan akademiknya. Novi mengawali pendidikan di SDN Sidowarek 2, kemudian SMPN 2 Jombang dan SMAN 2 Jombang hingga lulus pada 1999. Ia melanjutkan Diploma III Administrasi Niaga di Politeknik Brawijaya, kemudian meraih gelar sarjana Manajemen di Universitas Negeri Malang dan magister di Universitas Kadiri.

Baca Juga:  Progres Pekerjaan Proyek Irigasi Pariterong Jombang Capai Segini, Segera Agendakan Uji Coba Saluran

Bagi Novi, proses belajar tidak berhenti ketika seseorang memasuki dunia kerja atau membangun rumah tangga. Pengetahuan perlu terus diperbarui agar seseorang mampu memahami perubahan lingkungan dan menghadapi tantangan yang semakin kompleks.

Prinsip yang sama ia terapkan dalam memandang dunia kerja. Menurutnya, perempuan dan laki-laki memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi, membangun karier, serta berkontribusi bagi organisasi.

Penilaian terhadap profesionalisme semestinya bertumpu pada kompetensi, tanggung jawab, integritas, dan kemampuan bekerja sama, bukan jenis kelamin.

”Dalam dunia kerja, kita saling berkolaborasi. Bukan berarti perempuan berada di bawah laki-laki atau laki-laki di atas perempuan. Kita mempunyai kemampuan dan kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita serta mewujudkan tujuan organisasi,” tegasnya.

Baca Juga:  Perjuangan Salamun, Jukir Asal Desa Kebontemu Jombang Berangkat Haji dari Menabung Sejak 2005

Ia menambahkan, kesetaraan perlu dibarengi sikap saling menghargai dan memahami kebutuhan setiap individu. Komunikasi, tenggang rasa, serta kesediaan bekerja sama menjadi fondasi untuk membangun lingkungan kerja yang produktif dan harmonis.

Novi meyakini, pendidikan, keluarga, dan pekerjaan bukanlah tiga hal yang harus dipertentangkan. Ketiganya dapat saling menguatkan selama dijalani dengan kesadaran, kemauan belajar, dan tanggung jawab.

”Pada akhirnya, yang terpenting adalah bagaimana kita terus belajar, mampu menyesuaikan diri dengan perubahan, dan menjalankan setiap tanggung jawab dengan sebaik-baiknya,” jelasnya. (wen/naz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *