Desakita.co – Rencana Bupati Jombang Warsubi mengembangkan potensi tiap desa Jombang terus ditindaklanjuti. Salah satunya melalui program Desa Tematik.
Program ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Jombang mendorong pengelolaan dan pengembangan potensi lokal.
”Jadi, pada program 100 hari kerja, kami secara resmi telah meluncurkan program Desa Tematik sebagai wujud nyata strategi pembangunan dari akar rumput,’’ ujar Warsubi, Jumat (27/6).
Bupati telah menerbitkan SK No. 100.3.3.2/200/415.10.3/2025 tentang Desa Tematik. Desa Tematik dikembangkan berdasarkan keunggulan lokal, dengan lima klasifikasi utama.
Baca Juga: Wujudkan Desa Produktif dan Mandiri, DPD RI Dukung Program Koperasi Desa Merah Putih
Di antaranya, Desa Wisata, yakni Desa Ngampungan, Kecamatan Bareng dan Desa Mojotrisno, Kecamatan Mojoagung; Desa Ketahanan Pangan, yakni Desa Wonosalam, Kecamatan Wonosalam dan Desa Made, Kecamatan Kudu; Desa Digital, yakni Desa Pulosari, Kecamatan Bareng dan Desa Denanyar, Kecamatan Jombang; Desa kreatif, yakni Desa Plumbon Gambang, Kecamatan Gudo dan Desa Jatipelem.
Kecamatan Diwek; Desa Tembakau, yakni Desa Tanjungwadung, Kecamatan Kabuh dan Desa Kepuhrejo, Kecamatan Kudu. ”Selain itu, ada lebih dari 100 desa telah dilakukan pemetaan dan mulai masuk ke tahap awal penguatan kelembagaan,’’ jelas dia.
Baca Juga: 6.756 BUMDesa di Jatim Siap Dukung MBG, Khofifah Sebut Kunci Ketahanan Pangan Ada di Desa
Pemkab Jombang bertekad untuk meningkatkan potensi lokal yang ada di desa. Program Desa Tematik yang digagas Warsubi akan difokuskan untuk mendorong pengelolaan dan pengembangan potensi lokal, meningkatkan inovasi desa untuk perekonomian dan penataan desa yang lebih baik, menghindari pendekatan copy-paste antardesa, menumbuhkan usaha tematik dan memperkuat branding desa, mengintegrasikan perencanaan pembangunan desa, BUMDes, dan kopdes.
”Serta menata SDM dan kelembagaan berdasarkan karakter tematik yang berkelanjutan dan berdampak terukur,’’ pungkasnya. (ang/naz)












