Pemerintahan

Lahan di Desa Denanyar Jombang Masih Nganggur Belum Dimanfaatkan, Pj Bupati Jombang Lakukan Kajian

×

Lahan di Desa Denanyar Jombang Masih Nganggur Belum Dimanfaatkan, Pj Bupati Jombang Lakukan Kajian

Sebarkan artikel ini
MANGKRAK: Lahan yang dibeli Pemkab Jombang untuk pembangunan pasar

Desakita.co – Pj Bupati Jombang Sugiat belum bisa memastikan rencana pembangunan pasar di Denanyar Jombang.

Meski sudah ada lahan yang menghabiskan anggaran Rp 22,6 miliar, namun ia akan melakukan kajian kembali.

Termasuk  bagaimana mekanisme pemindahan pedagang Pasar Citra Niaga (PCN).

”Sesuai dengan rencana, kita akan kaji lagi, efektif atau tidak,” ujar Pj Bupati Jombang Sugiat, beberapa waktu kemarin.

Baca Juga:  2.448 Pengurus dan Pengawas Koperasi Desa Merah Putih di Jombang Sukses Dilantik, Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan

Dia tak memungkiri, lahan untuk pembangunan pasar sudah klir dan siap dibangun. Hanya saja, menurutnya pembangunan pasar harus direncanakan secara matang.

”Desainnya seperti apa, tempat parkir seperti apa,” ungkapnya.

Melihat kondisi pasar sebelumnya, ia tidak ingin pembangunan pasar baru nasibnya sama. Sepi dan pedagang enggan berjualan.

Baca Juga:  Eksis Sejak 1980, Ratusan Lansia Ikuti Pondok Romadon di Desa Cukir Jombang

”Bila tidak efektif para pedagang juga tidak mau menempati,” tambah Sugiat.

Terlebih, program pembangunan pasar sebelumnya banyak yang tidak terpakai.

Seperti pusat oleh-oleh di Tembelang dan lantai dua PCN. ”Jadi perlu disosialisasikan kepada pedagang-pedagang,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Jombang Danang Praptoko, menyampaikan Detail Engineering Design (DED) dan dokumen lingkungan pembangunan pasar sebenarnya sudah siap karena anggaran pengerjaannya meminta APBN.

Baca Juga:  Talud Jembatan Jebol, Warga Desa Wringinpitu Jombang Bangun Tanggul Darurat

”Karena rencananya menggunakan APBN, persyaratan itu harus ada semua,” kata dia.

Sebenarnya, pemkab sudah berdiskusi dengan pedagang dan pihak-pihak terkait mulai konsep dan desain pasar.

Harapannya nanti para pedagang mau menempati pasar tersebut.

”Jadi ini masih dilakukan kajian lebih matang lagi,” pungkas Danang. (fid/bin/ang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *