Pemerintahan

Jangan Lengah, Kasus DBD di Jombang Masih Tinggi, Dinkes Petakan 5 Kecamatan Perlu Atensi

×

Jangan Lengah, Kasus DBD di Jombang Masih Tinggi, Dinkes Petakan 5 Kecamatan Perlu Atensi

Sebarkan artikel ini
MENINGKAT: Sejumlah pasien DBD menjalani perawatan intensif di RSUD Jombang.

Desakita.co – Penyebaran kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Jombang masih tinggi.

Saat tercatat ada belasan pasien positif DBD menjalani perawatan di RSUD Jombang. Meyoritas pasien dari kalangan anak-anak.

Direktur RSUD Jombang dr Ma’murotus Sa’diyah menyampaikan, saat ini masih ada 19 pasien DBD yang dirawat di RSUD Jombang. Dengan rincian, 15 pasien anak dan empat pasien dewasa.

”Untuk 15 pasien anak, masing-masing 9 pasien di ruang PICU dan 6 Srikandi,’’ jelasnya.

Baca Juga:  Lakukan Penyegaran di Lingkup SMP Negeri, Dinas P dan K Lakukan Mutasi Enam Kepala SMP di Jombang, Ini Rinciannya

Terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan Jombang Syaiful Anwar mengatakan, dari hasil rapat evaluasi, temuan kasus DBD di Jombang mencapai 150 kasus sejak kasus pertama ditemukan Januari.

”Sampai saat ini kasus aktif masih ada. Namun trennya cenderung melandai bahkan menurun dari sebelumnya,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Dari pemetaan yang dilakukan, kasus DBD masih menyebar di lima kecamatan. Masing-masing Kecamatan Jombang, Kesamben, Jogoroto, Sumobito dan Kecamatan Diwek. ”Jumlahnya menyebar di lima kecamatan itu,’’ jelas dia.

Baca Juga:  Cari Relokasi Warga Terdampak Longsor, Pemkab Jombang Survey 2 Lokasi untuk Huntara

Terkait langkah penanganan, pihaknya terus rutin melakukan beberapa upaya. Termasuk pemberantasan sarang nyamuk (PSN) baik di lingkungann rumah, sekolah-sekolah dan di fasilitas umum.

’’Sekali telur nyamuk menempel, maka ancaman akan berlaku selama enam bulan, makanya harus PSN,’’ tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Sementara itu, berbagai upaya telah dilakukan sejumlah pihak untuk menekan kasus DBD di Jombang. Salah satunya, dilakukan pemerintah Kelurahan Jombatan, kecamatan Jombang yang melakukan fogging di lingkungan warga. Pantauan Minggu (24/3), tampak sejumlah petugas melakukan fogging di permukiman warga sekitar Jl Dr Setiabudi.

Baca Juga:  MAN 1 Jombang Cetak Peserta Didik Berprestasi dan Berakhlakul Karimah, Alumnusnya Banyak Diterima di Perguruan Tinggi Negeri

”Ya, langkah fogging memang kita lakukan sebagai bentuk antisipasi untuk menekan angka DBD. Namun, sejarah ini di Kelurahan Jombatan belum ada kasus,’’ ujar Lurah Jombatan Indra Pratama. (ang/naz/ang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *