Pendidikan

Selamat, SMPN 1 Jogoroto Jombang Raih Penghargaan Adiwiyata Nasional dari KLHK

×

Selamat, SMPN 1 Jogoroto Jombang Raih Penghargaan Adiwiyata Nasional dari KLHK

Sebarkan artikel ini
MEMBANGGAKAN: Kepala SMPN 1 Jogoroto, Muhamad Khoiri SPd, menerima penghargaan dari Wamen LHK Alue Dohong di Jakarta (2/10).

Desakita.co – SMPN 1 Jogoroto kembali menorehkan prestasi membanggakan. Kali ini menerima penghargaan Adiwiyata Nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Penghargaan diserahkan Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Alue Dohong, kepada Kepala SMPN 1 Jogoroto, Muhamad Khoiri SPd, di Auditorium Dr Ir Soejarwo, Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Rabu (2/10).

’’Adiwiyata yang telah dirintis oleh para pendahulu, tahun ini menjadi Adiwiyata Nasional,’’ kata Kepala SMPN 1 Jogoroto, Muhamad Khoiri SPd.

Perjuangan SMPN 1 Jogoroto untuk meraih penghargaan Adiwiyata Nasional tidak mudah. Dimulai dari penghargaan Adiwiyata Kabupaten pada 2013. Kemudian lolos Adiwiyata Provinsi 2021.

Baca Juga: Profil Muhamad Khoiri Kepala SMPN 1 Jogoroto: Mengajar Sejak 1998, Tugas Pertama di Sulawesi

Baca Juga:  Ini Kunci Sukses SMAN Jogoroto Jadi Juara Lomba SBC Enterpreneur Competition 2024

Pada 3 Juli 2024, SMPN 1 Jogoroto mendaftar untuk dapat Adiwiyata Nasional.

’’Alhamdulillah, dalam satu kali pendaftaran langsung lolos. Ini juga berkat kerjasama seluruh warga SMPN 1 Jogoroto, mulai kepala sekolah, guru, karyawan, komite, termasuk siswa,’’ jelasnya.

Khoiri mengatakan, untuk menciptakan lingkungan sekolah yang indah, berseri, dan nyaman, tak lepas dari dukungan para siswa. Siswa dituntut aktif terlibat dalam kegiatan lingkungan, melalui inovasi yang telah dicanangkan bersama.

Di antara inovasi yang telah dibuat, barcode tanaman. Pada setiap tanaman di SMPN 1 Jogoroto ada barcode yang bisa discan dengan smartphone.

Di situ memuat informasi mulai dari nama latin tanaman, jenis vegetasi, dari mana asalnya hingga jumlahnya ada berapa.

Baca Juga:  Jadi Salah Satu SMK Pusat Keunggulan, SMKN 3 Jombang Bakal Berangkat 10 Siswa Kerja di Jepang

’’Barcode ini inovasi baru, saat Adiwiyata Nasional ini,’’ katanya.

Juga ada inovasi batik ecoprint yang ramah lingkungan.

Baca Juga: Cara SMPN 1 Jogoroto Lahirkan Generasi Beakhlakul karimah: Adakan Jumat Berkah Hingga Pengajian Keputrian

Biasanya ecoprint menggunakan dedaunan, SMPN 1 Jogoroto menggunakan bahan yang sudah tidak digunakan lagi, yaitu kulit manggis, juga kayu mahoni. Sehingga lebih ramah lingkungan dan bernilai seni tinggi.

Siswa juga memiliki kerajinan dari sampah.

Seperti kertas yang tidak terpakai, diolah lagi menjadi amplop yang digunakan untuk keperluan kantor. Membuat buku notes dari kertas bekas, kalender dari tutup botol, juga bunga hias dari botol minum.

Baca Juga:  Genjot Produktivitas Pertanian, Pemdes Kedungturi Gudo Jombang Bangun JUT untuk Petani

Sampah anorganik, seperti botol bekas, gelas minum bekas, dikumpulkan tiga hari sekali di bank sampah berseri milik SMPN 1 Jogoroto. Setelah ditimbang, disalurkan ke bank sampah santri milik Kabupaten Jombang.

Hasil penjualannya juga dikemalikan ke siswa.

Begitu juga sampah daun, diolah kembali menjadi kompos yang dibuat dua minggu sekali. Sampah sisa makanan atau sampah organik diolah menjadi pupuk cair.

Pupuk yang telah dibuat kemudian dimanfaatkan untuk merawat tanaman di sekitar sekolah.

’’Semua ada pokjanya, yang terlibat aktif di dalamnya siswa.

Guru hanya sebagai pembimbing. Kedepan pupuk yang telah dibuat inginnya kami jual. Penghasilan kembali kepada siswa agar mereka lebih semangat,’’ urainya. (wen/jif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *