KulinerPotensi

Renyah dan Bikin Nagih, Inilah Cemilan Keripik Singkong Bikinan Warga Desa Galengdowo Wonosalam

×

Renyah dan Bikin Nagih, Inilah Cemilan Keripik Singkong Bikinan Warga Desa Galengdowo Wonosalam

Sebarkan artikel ini
GURIH: Keripik pisang khas Galengdowo memiliki tekstur rasa yang gurih dan renyah.

Desakita.co – Keripik singkong asli Dusun/Desa Galengdowo Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang dikenal dengan rasanya yang gurih dan bikin nagih.

Salah satu warga sukses mengembangkan usaha pembuatan keripik singkong, yakni Arni Afika, 42.

Ia mengaku, sejak 2015 menekuni usaha rumahan ini.

”Awalnya coba-coba, alhamdulillah sekarang semakin berkembang,” terang Arni kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Arni mengatakan, ide awal merintis usaha ini, terinspirasi dari hasil panen singkong di wilayahnya yang melimpah.

Sayangnya, para petani umumnya lebih memilih menjual langsung ke tengkulak atau ke pasar meski dengan harga yang relatif murah.

”Jadi, di sini banyak sekali yang menanam singkong, apalagi saat panen itu harga jualnya cukup murah hanya Rp 2.500 per kilogram,” terangnya.

Baca Juga:  Lewat Pengolahan Sampah, Ini Cara Jitu Kelurahan Kaliwungu Jombang Tingkatkan Perekonomian

Melihat itu, Arni pun terdorong untuk membuat makanan olahan dari singkong agar bisa menaikkan nilai jual.

Dari situ muncul ide membuat keripik singkong.

”Apalagi di sini banyak ibu-ibu yang menganggur, jadi saya ajak mereka untuk membantu mengolah keripik singkong ini,” tambahnya.

Berbekal keahlian yang ia miliki, Arni pun tanpa kesulitan membuat keripik singkong.

Hasilnya tak mengecewakan. Keripik singkong olahannya ternyata banyak diminati pembeli.

”Awalnya tak banyak yang minat, tapi saya tidak menyerah,” bebernya.

Selain menawarkan di sejumlah media sosial, mulai Facebook, Instagram dan lain-lain, ia juga aktif mengikuti pameran.

”Pertama itu saya bawa ke Jombang, saya kenalkan ke dinas terkait. Lalu ikut pameran dan kini bertambah terus,” terangnya.

Baca Juga:  Diyakini Desa Kelahiran Bung Karno, Pemdes Rejoagung Kecamatan Ploso Jombang Gelar Tasyakuran Bersama Lintas Elemen

Menurutnya, membuat keripik singkong tidaklah terlalu sulit.

Hanya saja, yang perlu diperhatikan salah satunya dari pemilihan bahan baku, resep dan cara penggorengan.

Agar bisa menghasilkan produk yang baik, dia tidak sembarang memilih bahan baku.

”Jadi kita pilih singkong yang berkualitas,” bebernya.

Setelah singkong siap, proses selanjutnya memisahkan bagian kulit singkong sampai bersih.

Selanjutnya singkong yang sudah dikupas dibersihkan dengan air dan diiris tipis-tipis sesuai selera.

Setelahnya, siapkan wajan besar untuk penggorengan.

”Penggorengan saya lakukan dua kali. Yang pertama proses pengeringan dari bahan baku mentah sampai setengah jadi. Kemudian proses kedua pencampuran dengan sirup gula,” jelas dia.

Saat pesanan membeludak, tak jarang ia sampai meminta bantuan tetangga dan saudaranya untuk membantu. ”Kalau pas pesanan banyak, biasanya saya bisa mempekerjakan hingga delapan orang ibu-ibu sini untuk membantu menggoreng, mengemas dan lain-lain,” tandasnya.

Baca Juga:  Sejarah Masjid At Taqwa Kodim 0814 Jombang: Dulunya Musala, Arsitekturnya Mirip Benteng dengan Atap Tumpang

Keripik singkong buatan Arni cukup spesial.

Selain melalui proses penggorengan dua kali, Arni juga mencampur dengan varian rasa.

Mulai original yang dicampur dengan garam, manis dan keju.

” Ada pedas juga, tapi hanya permintaan konsumen tertentu,” tandasnya.

Soal harga, Arni membuat dalam dua kemasan.

Pertama kemasan jumbo ukuran 1 kilogram dijual dengan harga Rp 60 ribu per kg. Kemudian kemasan kecil 100 gram dijual Rp 10 ribu.

”Selama ini pemasaran kita kirim ke sejumlah pusat oleh-oleh. Selain itu kita juga menyediakan di marketplace yang dibantu teman-teman universitas saat KKN,” pungkasnya. (ang/naz/ang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *