Desakita.co – Berawal dari hobi menanam bunga, kini pasangan suami istri asal Desa Candimulyo, Kecamatan/Kabupaten Jombang panen cuan setiap hari.
Itu setelah mereka membudidayakan bunga mawar di sekitar pekarangan rumah hingga lahan-lahan yang disewa.
Dalam sehari, omzet dari penjualan mawar bisa mencapai ratusan ribu hingga Rp 1 juta.
Fajar baru saja menyingsing pagi itu. Suasana cenderung berkabut, namun sejumlah buruh tani tampak sibuk memetik mawar satu per satu dari tangkainya.
Bermodalkan sarung tangan dan penutup muka, mereka antusias memetik mawar dengan hati-hati sembari menghindari duri mawar.
Ya, itulah aktivitas para pekerja yang memanen bunga mawar di kebun milik pasangan Suwarno, 40, dan Etik, 38, warga Desa Candimulyo.
Suwarno menceritakan, ia mulai membudi dayakan bunga mawar sejak empat tahun lalu.
Dulunya, ia budi daya bunga pacar air, namun karena sering mati, akhirnya beralih mawar.
”Empat tahun ini saya tekuni,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Menurutnya, budi daya mawar susah-susah gampang. Butuh ketelatenan dan keuletan dalam merawat tanaman.
Ia mengakui, budi daya mawar tidak semudah yang dibayangkan. Jika tidak telaten, mawar hanya tumbuh namun tidak bisa berbunga. Selain itu, jika terserang jamur, mawar akan cepat mati.
”Tapi untungnya budi daya mawar, itu bisa panen seterusnya,” tambahnya.
Di pekarangan dan lahan yang ia sewa dengan total luas sekitar 1 hektare, Suwarno bisa memanen sekitar 40 kg bunga mawar.
”Paling banyak 40 kg. Tapi kalau musim kemarau kurang dari itu, karena pengarian agak sulit,” terangnya. (ang/naz)







