Desakita.co – Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Kabupaten Jombang menyerahkan surat pernyataan melaksanakan tugas (SPMT) guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di aula Dewi Sartika SMKN 1 Jombang, Jumat (27/12).
Pemetaan dilakukan untuk 47 guru. Rinciannya, 13 ditempatkan di luar Jombang dan 34 di internal Jombang.
’’Total yang menjalani pemetaan hari ini (kemarin) ada 47 guru, seluruhnya bertugas mulai 2 Januari di sekolah yang baru,’’ kata Plt Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Evi Dwi Widajanti MM.
Mutasi dilakukan kepada guru PPPK angkatan 2021, 2022 dan 2023.
’’Sebelumnya hanya delapan yang mengajukan, ternyata di tengah jalan terus bertambah sampai 13. Alhamdulillah semua usulan diterima, tidak ada yang ditolak,’’ ungkapnya.
Mutasi dilakukan karena di beberapa sekolah ada yang jumlah guru di mata pelajaran (mapel) tertentu overload. Sementara di sekolah lain kurang.
Baca Juga: Gandeng Kejari, Cabdindik Jombang Bekali Peserta Didik Pendidikan Anti Korupsi
Makanya dilakukan penataan oleh Cabdindik Jombang bersama sekolah satuan pendidikan, dan seluruhnya disetujui oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jatim.
Sementara sebanyak 17 guru PPPK juga bakal masuk ke Jombang. Dalam SPMT langsung ditunjuk, di sekolah mana tempat mereka bertugas.
’’17 itu kapan ke sini kami belum tahu, karena penyerahan SPMT menyesuaikan Cabdindik yang ada di masing-masing daerah,’’ ungkapnya.
Mohamad Rojabianto, salah stau guru PPPK Jombang mengungkapkan rasa syukurnya, atas SPMT yang diserahkan kemarin.
Warga Loceret Kabupaten Nganjuk ini sebelumnya mendapatkan tugas mengajar Akuntansi di SMKN 1 Jombang.
Setiap hari ia harus pergi pulang (PP) 100 kilometer, perjalanannya dari rumah ke SMKN 1 Jombang ditempuh dalam waktu satu jam.
Baca Juga: Intip Sosok dra Evi Dwi Widajanti Plt Kacabdindik Jombang: Berikan Pengabdian Terbaik
’’Alhamdulillah sekarang lebih dekat, hanya 10 menit saja, saya ditempatkan ke SMAN 1 Loceret,’’ jelasnya.
Selama ditempatkan di Jombang, ia mengaku nyaman. Lingkungan kerja positif, bahkan guru senior mengayomi guru-guru baru seperti dirinya.
’’Guru yang punya serdik ganda, mengalah demi yang memiliki serdik tunggal seperti saya, sehingga saya dapat 27 jam mengajar selama di SMKN 1 Jombang,’’ bebernya.
Minta Guru Jaga Loyalitas di Tempat Baru
Sementara itu, Plt Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Evi Dwi Widajanti MM, berpesan, agar guru menjaga loyalitas dan totalitas dalam mendidik siswa di sekolah yang baru.
’’Mengetahui banyak yang ditempatkan jauh dari tempat tinggalnya, kami Cabdindik berjuang agar bapak ibu guru bisa bertugas di tempat yang dekat dengan rumahnya,’’ ungkapnya.
Mulai bertugas pada 2 Januari diawal semester genap, ia berharap guru cepat beradaptasi dengan tempat yang baru. Baik guru yang menjalani mutasi internal maupun yang ke luar kota.
’’Semuanya diterima dulu saja, jalani dengan rasa syukur, insya Allah penempatan sekarang adalah yang terbaik untuk bapak ibu guru,’’ ungkapnya.
Ia juga berpesan kepada kepala sekolah agar semaksimal mungkin memberikan jam mengajar minimal 24 jam kepada guru yang baru ditempatkan di sekolah.
Sehingga hak guru dapat terpenuhi, seperti tunjangan profesi guru (TPG).
’’Mayoritas PPPK sudah mengantongi sertifikat pendidik, dengan penataan ini, jam dapat maksimal hingga TPG dapat diberikan,’’ tegasnya. (wen/jif)












