Desakita.co – Desa Pacar Peluk adalah salah satu desa di Kecamatan Megaluh Kabupaten Jombang.
Desa ini memiliki nama yang terkesan cukup romantis di kalangan masyarakat.
Asal usul Desa Pacar Peluk diceritakan ada sosok sakti yang dikenal dengan nama Mbah Konde.
Mbah Konde merupakan sapaan akrab dari Prawiroyudho.
Ia adalah sosok yang menyematkan nama Desa Pacar Peluk.
Haris Sutiyono, 50, keturunan Mbah Konde menyampaikan, leluhurnya itu mempunyai beberapa keturunan. Di antaranya, tiga putra dan tiga putri bersama istrinya, Mbah Rahayu.
Baca Juga: Asal usul Desa Watudakon, Jombang: Ada Batu Besar Mirip Dakon Berusia Ratusan Tahun
Dahulu, ada sejumlah lukisan beserta data data tentang kehidupan Mbah Konde.
Sayang data itu kini sudah lenyap tak tersisa.
“Terakhir kali disimpan di rumah nenek, Mbah Fatimah yang tergusur pelebaran tanggul Sungai Brantas,” ujar dia.
Diceritakan, Mbah Konde memiliki sosok tinggi besar, putih, wajahnya kearab-araban.
“Aslinya beliau dari Demak, anak buahnya Pangeran Diponegoro, mungkin ditugaskan untuk kegiatan sosial kemanusiaan karena jiwanya kesatria,” jelasnya.
Dari penuturan orang tuanya, Kantor Desa Pacar Peluk dulunya merupakan rumah pribadi Mbah Konde.
“Rumah di kelurahan sampai hari ini masih punya Mbah Konde. Punya desa hanya kantor desa dan halamannya saja.
Begitu juga sebuah pendapa di sekitar kantor desa masih atas nama Mbah Konde.
“Itu menjadi kantor desa karena dijual oleh anak Mbah Konde yang nakal, Mbah Timan,” ungkap Haris.
Setelah wafat, Mbah Konde dimakamkan di Desa Pacar Peluk.
Lokasi makamnya sekitar 500 meter di sebelah utara kantor desa, bersebelahan dengan Sungai Brantas.
Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Pacar Peluk Bambang Suirman mengatakan, Mbah Konde adalah sosok lurah atau kepala desa pertama di Desa Pacar Peluk.
Mbah Konde alias Prawiroyudho menjabat kepala desa pada zaman penjajahan Belanda mulai tahun 1870-an.
Semasa ia mejabat, masyarakat hidup sejahtera dan salah satu peninggalan yang paling berharga adalah pemberian nama Desa Pacar Peluk.
” Kenapa dipanggil Mbah Konde? karena beliau memiliki berambut panjang dan digelung dengan memakai tusuk konde,” kata Suirman sapaan akrabnya.
Ia menjelaskan, Mbah Konde merupakan cucu pengembara asal Jateng, Mbah Wonoyudho.
“Kakek Mbah Konde menjadi orang pertama yang menebang hutan dan mendirikan tempat tinggal di Desa Pacar Peluk.
Semasa Mbah Konde menjabat, ada beberapa program yang dibangun. Misalnya, lumbung paceklik, saluran irigasi dan tempat ibadah.
“Peninggalan Mbah Konde banyak, salah satunya kantor desa dan balai desa. Dulunya rumah pribadi Mbah Konde diserahkan untuk kegiatan pemerintahan desa,” pungkasnya. (ang)












