Potensi

Masuki Musim Panen Tembakau, Petani di Desa Gedungombo Jombang Dilanda Was-was, Ini Penyebabnya

×

Masuki Musim Panen Tembakau, Petani di Desa Gedungombo Jombang Dilanda Was-was, Ini Penyebabnya

Sebarkan artikel ini
Petani tembakau di Desa Gedungombo, Kecamatan Ploso saat merawat tanaman kemarin.

Desakita.co – Menelang panen raya, petani tembakau di Desa Gedungombo, Kecamatan Ploso Jombang merasa was-was.

Menyusul tanaman tembakau petani mulai di serangan hama ulat.

Para petani harus mengeluarkan perawatan khusus agar serangan hama ulat tidak meluas ataupun menyebar ke tanaman tembakau yang akan dipanen.

Lasiman, petani tembakau di Desa Gedungombo mengatakan para petani jelang panen raya tahun ini masih harus melakukan perawatan agar terhindar dari serangan hama ulat.

Baca Juga:  Wujudkan Kampung Agropolitan, Kelurahan Jombatan Jombang Kembangkan Sentra Edukasi Tanaman Perkotaan

Baca Juga: Tersebar Merata di 9 Desa, Ratusan Hektare Tanaman Tembakau di Jombang Mati Akibat Anomali Cuaca

“Untuk tanaman tembakau di kabupaten Jombang alhamdulillah bagus. Sebagian sudah ada yang panen sebagian masih perawatan karena serangan ulat,” katanya.

Ia menegaskan, bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, serangan hama tahun ini tidak seberapa.

Hanya saja hama ulat masih menjadi momok bagi sebagian petani.

Baca Juga:  Unik! Perajin Asal Wonosalam Ubah Logam Jadi Perhiasan Elegan, Cocok Jadi Oleh-Oleh Khas

“Hama tahun ini kecil ya hanya ulat saja sudah wajar kalau di tembakau pasti ada ulatnya,” ujarnya.

Ia mengaku, sebagian petani melakukan untuk mengantisipasi agar serangan hama ulat tidak meluas.

“Sebelum dilakukan panen, tanaman tembakau terlebih dahulu dilakukan toping pucuk daun, agar tanaman tembakau bisa segera menguning dan bisa di panen,” tuturnya.

Baca Juga: Diguyur Hujan, Petani Tembakau di Desa Pagertanjung Jombang Resah, Ini Penyebabnya

Baca Juga:  5 Desa di Jombang Masih Dijabat Pj Kades, Pemkab Sebatas Kawal Pemilihan KDAW

Meski belum memasuki panen raya, sebagian para petani memilih untuk memanen tembakau lebih dini, dikarenakan mereka takut gagal panen.

“Sudah ada yang panen, karena harga tembakau sekarang sekitar Rp 3 ribu hingga Rp 6 ribu  per kilogramnya (Kg) untuk daun tembakau yang paling bawah. Sedangkan daun basah tembakau mencapai Rp 8 ribu rupiah per kg,” pungkasnya. (yan/ang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *