Desakita.co – Menelang panen raya, petani tembakau di Desa Gedungombo, Kecamatan Ploso Jombang merasa was-was.
Menyusul tanaman tembakau petani mulai di serangan hama ulat.
Para petani harus mengeluarkan perawatan khusus agar serangan hama ulat tidak meluas ataupun menyebar ke tanaman tembakau yang akan dipanen.
Lasiman, petani tembakau di Desa Gedungombo mengatakan para petani jelang panen raya tahun ini masih harus melakukan perawatan agar terhindar dari serangan hama ulat.
Baca Juga: Tersebar Merata di 9 Desa, Ratusan Hektare Tanaman Tembakau di Jombang Mati Akibat Anomali Cuaca
“Untuk tanaman tembakau di kabupaten Jombang alhamdulillah bagus. Sebagian sudah ada yang panen sebagian masih perawatan karena serangan ulat,” katanya.
Ia menegaskan, bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, serangan hama tahun ini tidak seberapa.
Hanya saja hama ulat masih menjadi momok bagi sebagian petani.
“Hama tahun ini kecil ya hanya ulat saja sudah wajar kalau di tembakau pasti ada ulatnya,” ujarnya.
Ia mengaku, sebagian petani melakukan untuk mengantisipasi agar serangan hama ulat tidak meluas.
“Sebelum dilakukan panen, tanaman tembakau terlebih dahulu dilakukan toping pucuk daun, agar tanaman tembakau bisa segera menguning dan bisa di panen,” tuturnya.
Baca Juga: Diguyur Hujan, Petani Tembakau di Desa Pagertanjung Jombang Resah, Ini Penyebabnya
Meski belum memasuki panen raya, sebagian para petani memilih untuk memanen tembakau lebih dini, dikarenakan mereka takut gagal panen.
“Sudah ada yang panen, karena harga tembakau sekarang sekitar Rp 3 ribu hingga Rp 6 ribu per kilogramnya (Kg) untuk daun tembakau yang paling bawah. Sedangkan daun basah tembakau mencapai Rp 8 ribu rupiah per kg,” pungkasnya. (yan/ang)












