DesaKita.co – Dinas Pertanian (Disperta) Jombang belum memberikan bantuan bibit untuk petani gagal panen.
Bantuan bibit padi rencananya akan dibagikan pada musim tanam berikutnya.
’’Kalau dibagikan sekarang bantuan bibitnya, usia tanamannya berbeda dengan yang tidak terdampak banjir,’’ kata Kepala Dinas Pertanian Jombang, M Ronny.
Tanaman padi milik petani yang terdampak banjir sudah berusia satu hingga satu setengah bulan. Jika bantuan bibit diberikan sekarang, petani harus menyemai bibit dan itu membutuhkan waktu kurang lebih satu bulan.
Baca Juga: Peresmian Smart Farming di Gadingmangu Jombang, Ketum DPP LDII: Wujud Dukung Swasembada Pangan
’’Kalau usia tanamnya berbeda, itu berpotensi pada serangan hama tikus,’’ terangnya.
Sehingga, pada tanam ulang ini petani mencari bibit padi yang sesuai dengan umur tanaman lainnya.
’’Bantuan bibit kami bagikan pada musim tanam selanjutnya,’’ ungkapnya. Kedanti demikian, belum keseluruhan petani mendapat bantuan bibit tersebut. Ini dikarenakan keterbatasan anggaran.
’’Yang gagal panen 251 hektare, sedangkan anggaran kita untuk pengadaan bibit hanya untuk 180 hektare. Sisanya nanti pengadaan kembali melalui P-APBD (Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) 2025,’’ ucapnya.
Sebelumnya, petani yang sawahnya terendam banjir berharap mendapatkan bantuan dari pemerintah. Karena tanaman padi mereka mati terendam banjir.
Baca Juga: SMK Budi Utomo Gadingmangu Jombang Resmikan Green House Smart Farming, Ini Tujuannya
’’Ini sudah surut, jadi bisa mulai tanam ulang lagi,’’ ujar Hari Purnomo petani Desa Kedungbetik, Kecamatan Kesamben.
Tanaman padinya banyak yang mati akibat terendam banjir berhari-hari.
’’Kita juga kesulitan mencari bibit. Kondisi air sekarang kering jadi tidak bisa melakukan pembibitan,’’ katanya.
Dia mengaku tidak menerima bantuan bibit padi seperti yang dijanjikan pemerintah. Sehingga untuk tanam ulang, dia membeli bibit sendiri.
’’Dari tahun 2012 hingga sekarang tidak pernah ada bantuan bibit dari pemerintah,’’ bebernya. (yan/jif)












