Pendidikan

Bekali Santri Pelatihan Kewirausahaan Berbasis Sabut Kelapa, Cara Unwaha Jombang Dorong Kemandirian Ekonomi

×

Bekali Santri Pelatihan Kewirausahaan Berbasis Sabut Kelapa, Cara Unwaha Jombang Dorong Kemandirian Ekonomi

Sebarkan artikel ini
KOMPAK: Tim pemberdayaan berbasis masyarakat Universitas KH A Wahab Hasbullah (UNWAHA) mengadakan pelatihan ecopreneurship di PP Al-Mimbar di Desa Sambongdukuh, Jombang, mulai (10/7) hingga (3/9).

Desakita.co – Tim pemberdayaan berbasis masyarakat Universitas KH A Wahab Hasbullah (UNWAHA) bersama PP Al-Mimbar di Desa Sambongdukuh, Jombang, sukses mengadakan pelatihan ecopreneurship mulai (10/7) hingga (3/9).

Tim dipimpin Mar’atul Fahimah SP MM, bersama Ita Rahmawat MSi dan Dr Arivatu Ni’mati Rahmatika MEI. Ini merupakan upaya mendorong kemandirian ekonomi dan mengembangkan kemampuan kewirausahaan bagi para santri.

Program ini melibatkan pelatihan intensif dari pelatihan kewirausahaan dan pembuatan produk berbasis sabut kelapa. Seperti cocopeat, cocopot dan pupuk organik cair.

Serta strategi pemasaran digital. Para santri diajarkan mengidentifikasi peluang bisnis, merencanakan usaha dan mengelola keuangan secara efisien.

Baca Juga:  Pelamar PPPK Kemenag Keluhkan Tak Ada Prioritas Lolos Passing Grade, Kemenag Jombang: Kalau Tidak Lulus Harus Mengulang dari Awal

Para santri dilatih untuk memanfaatkan limbah sabut kelapa yang banyak tersedia di lingkungan sekitar pesantren.

Pelatihan pembuatan cocopeat yang merupakan media tanam alami dan cocopot (pot tanaman ramah lingkungan).

Para santri juga belajar cara memproduksi pupuk organik cair dari sabut kelapa, yang memiliki nilai tambah tinggi sebagai produk pertanian organik.

Baca Juga: Tersebar 104 Titik, 23 Desa di Jombang Tercemar Limbah B3 Abu Aluminium, Ini Rinciannya

Baca Juga:  Wamen Lingkungan Hidup RI Resmikan SPKUA di Jombang, Ini Tujuannya

Pelatihan juga mencakup pemasaran digital. Para santri dibekali pengetahuan tentang strategi pemasaran online, penggunaan media sosial dan penjualan di marketplace.

Green product dari kegiatan ecopreneurship ini diberi merek ’’Santri Green Grower.’’ Diharapkan, produk dikenal lebih luas dan memiliki daya saing di pasar.

Pengasuh PP Al-Mimbar, KH Farid Ma’ruf LC MA, mengungkapkan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pesantren untuk menciptakan generasi santri yang mandiri dan mampu berkontribusi positif bagi masyarakat.

’’Kami ingin santri tidak hanya pandai dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki keterampilan yang bisa diandalkan untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan mendukung ekonomi hijau,’’ ujarnya.

Baca Juga:  38 Peserta Siap Adu Kreasi Lomba Bertutur 2025 di Jombang

Baca Juga: Siswa SDN Pojokrejo Jombang Berhasil Raih Medali Emas O2SN, Diharapkan Jadi Pemicu Motivasi Siswa Lain

Pihaknya berharap, santri dapat menjadi pelopor dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis sumber daya alam lokal.

Program pemberdayaan ini berhasil terealisasi berkat dukungan dana dari skema hibah pemberdayaan berbasis masyarakat (PBM) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) tahun 2024. (ang/jif)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *