Potensi

Dikenal Sebagai Kampung Jamu, Pemdes Kauman Ngoro Jombang Aktif Dukung Produksi Jamu Tradisional

×

Dikenal Sebagai Kampung Jamu, Pemdes Kauman Ngoro Jombang Aktif Dukung Produksi Jamu Tradisional

Sebarkan artikel ini
OLAHAN JAMU TRADISIONAL: Kepala Desa Kauman Abdul Qohar didampingi perangkat desa saat mengunjungi salaha satu rumah warga yang memproduksi jamu tradisional.

Desakita.co – Desa Kauman, Kecamatan Ngoro telah lama dikenal dengan sebutan kampung jamu.

Banyak warga turun temurun membuat jamu tradisional sejak puluhan tahun silam.

Beragam olahan jamu tradisional mulai dari sinom, temulawak, kunir, kencur dan sebagainya diolah serta dipasarkan setiap hari.

“Keunggulan jamu di desa kami dibuat dari rempah asli serta tidak menggunakan bahan pengawet.

Baca Juga:  Manfaatkan Pekarangan Rumah, Warga Desa Wonosalam Jombang Budi Daya Labu Blonceng

Daya tahannya hingga tiga hari, namun jika disimpan dengan suhu dingin bisa mencapai satu minggu,” ujar Abdul Qohar Kepala Desa Kauman.

Potensi olahan jamu tradisional inilah yang terus dikembangkan agar lebih meningkatkan perekonomian masyarakat.

Hingga saat ini, tercatat  ada puluhan warga yang aktif membuat jamu tradisional setiap hari. Mereka tersebar merata di empat dusun yakni Dusun Sedati, Tegalan, Krenggan dan Dusun Kauman.

Baca Juga:  Disnaker Jombang Berikan Bimtek K3 pada Ratusan Buruh Rokok di Desa Sidowarek Kecamatan Ngoro

Pemdes Kauman berperan aktif mendukung perkembangan produksi jamu tradisional ini.

Di antaranya membantu pengurusan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SP-PIRT) serta izin pendukung lainnya.

“Ada pula pelatihan kemasan (packing) agar dapat meningkatkan nilai jual jamu,” tambahnya.

Baca Juga:  Sisi Lain Lebaran di Kampung 3 Agama Desa Ngepeh Jombang: Punya Tradisi Balalan Wujud Jaga Kerukunan

Kemasan jamu khas Kauman ini semakin memudahkan Pemdes menjalin sinergi dengan kawasan wisata, toko modern dan penjual produk oleh-oleh UMKM.

“Ke depan kami ingin warga pembuat jamu dapat semakin meningkat perekonomiannya, sekaligus mewujudkan ikon Desa Kauman sebagai kampung jamu tradisional,” pungkas Abdul Qohar. (dwi/bin/ang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *