Desakita.co – Turunnya debit Sungai Brantas di Desa Jatimlerek, Kecamatan Plandaan menjadi berkah tersendiri bagi pencari kerang.
Sebab, mereka lebih mudah mencari kerang di pinggir sungai.
Sekali berburu bisa mendapat hingga 1 kilogram (Kg) lebih.
Nurbuhat misalnya, mencari kerang saat debit air sungai Brantas turun atau di musim kemarau.
Dia mencari kerang di pinggir sungai. ”Kebetulan pintu dam dibuka, debit air menjadi turun. Sehingga carinya cukup di pinggir sini saja,” katanya sembari beraktivitas.
Baca Juga: Berburu Burung Emprit di Desa Ploso Jombang, Perangkap dari Jaring, Sehari Dapat Ratusan Ekor
Dia mengaku, berburu kerang di sungai tidak setiap hari. Hanya pada momen tertentu.
Utamanya ketika masuk musim kemarau. Debit air sungai bakal turun. Kerang-kerang tersebut akan berada di tanah.
”Musim hujan carinya di sungai-sungai kecil, nggak berani di sini,” imbuhnya.
Kondisi ini didukung dengan pintu Dam Karet Jatimlerek yang sudah dibuka. Mencari kerang jadi lebih mudah.
”Kemarin dapat 1 kilogram lebih,” tutur Nur.
Berburu kerang di dekat bendungan dilakukan tiga hari terakhir. Hasil yang didapat lumayan.
”Ini nanti dijual langsung, karena sudah ada yang pesan. Harga satu kilogram Rp 30.000,” ujar laki-laki berusia 55 tahun ini.
Karena sudah terbiasa, tangan Nur begitu terampil saat mengorek tanah di pinggir sungai.
Sekali mencelupkan tangan, lalu diangkat ke permukaan bisa langsung mendapat 3-4 ekor kerang.
”Di Sungai Brantas kerangya lebih besar ketimbang sungai lain,” ujarnya sembari menunjukkan kerang yang baru saja didapat. Selain dijual, sebagian kerang juga dimasaknya sendiri.
”Terkadang dimasak eseng-eseng, jadi kerangnya direbus dulu supaya cangkangnya terbuka,” pungkas Nur. (fid/bin/ang)












