JOMBANG – Judi online (judol), penipuan digital, hingga pengawasan tempat kos menjadi sorotan dalam forum Jagongan Gayeng Jaga Kota Santri (Jaga Kosan) di Kecamatan Diwek.
Forum yang digelar Badan Komunikasi Antar Desa (BKAD) Kecamatan Diwek di halaman kantor kecamatan, Selasa (27/10) malam, itu menjadi ruang membahas persoalan sosial dan keamanan lingkungan.
Sejumlah narasumber dari Tipidter Polres Jombang, Dinas Sosial, Bakesbangpol, DPRD, dan Satpol PP hadir bersama kepala desa dan perangkat desa serta tokoh masyarakat.
Dari unsur kepolisian, Hanif dari Tipidter Polres Jombang mengingatkan dampak berantai kecanduan judol.
Selain memicu masalah ekonomi, praktik tersebut dapat mendorong tindak kriminal.
Salah satunya kasus penggelapan motor yang digadaikan pelaku karena terlilit utang judol.
”Orang yang tidak ikut bermain pun bisa menjadi korban,” ujarnya.
Hanif juga menyoroti penipuan digital bermodus phishing dan penipuan segitiga yang kerap bermula dari media sosial.
”Kepada masyarakat agar tidak mudah tergiur harga barang terlalu murah, tidak sembarangan membuka tautan, atau membagikan kode OTP,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Jombang Agung Hariadi menjelaskan, banyak rekening penerima bantuan sosial yang terindikasi aktivitas judol diblokir pemerintah.
“Hal ini banyak terjadi.
Dampaknya penyaluran bansos pun dihentikan.
Namun penerima diberi ruang mengajukan sanggahan atau klarifikasi ke Dinsos untuk aktivasi lagi,” bebernya.
Persoalan ketertiban lingkungan turut dibahas Satpol PP, terutama pengawasan tempat kos dengan sistem sewa jangka pendek yang menyulitkan pendataan penghuni.
Aktivitas warung angkringan juga menjadi perhatian terkait potensi gangguan ketertiban dan konsumsi minuman keras.
”Terkait kos-kosan perlu dibuatkan regulasi yang lebih ketat,” ungkap Kepala Desa Ngudirejo, Lantarno.
Ketua BKAD Kecamatan Diwek Mohammad Saifur berharap Jaga Kosan, yang memasuki tahun ketiga, memperkuat komunikasi antarkepala desa, aparat, dan masyarakat untuk mencari solusi atas persoalan di lingkungan masing-masing.
“Jaga Kosan menjadi forum rembug bareng warga menyikapi berbagai permasalahan di lingkungan,” tandas pria yang juga menjabat Kepala Desa Balungbesok. (dwi/naz)












